DEFINISI ETIKA DAN BISNIS SEBAGAI SEBUAH PROFESI

ETIKA DAN BISNIS SEBAGAI SEBUAH PROFESI

  1. Bisinis Sebagai Profesi Luhur

Sesungguhnya bisnis bukanlah merupakan profesi, kalau bisnis dianggap sebagai pekerjaan kotor, kedati kata profesi, profesional dan profesionalisme sering begitu diobral dalam kaitan dengan kegiatan bisnis. Namun dipihak lain tidak dapat disangkal bahwa ada banyak orang bisnis dan juga perusahaan yang sangat menghayati pekerjaan dan kegiatan bisnisnya sebagai sebuah profesi. Mereka tidak hanya mempunyai keahlian dan ketrampilan yang tinggi tapi punya komitmen moral yang mendalam. Karena itu, bukan tidak mungkin bahwa bisnis pun dapat menjadi sebuah profesi dalam pengertian sebenar-benarnya bahkan menjadi sebuah profesi luhur.
a. Pandangan Praktis-Realistis
Pandangan ini bertumpu pada kenyataan yang diamati berlaku dalam dunia bisnis dewasa ini. Pandangan ini didasarkan pada apa yang umumnya dilakukan oleh orang-orang bisnis. Pandangan ini melihat bisnis sebagai suatu kegiatan di antara manusia yg menyangkut memproduksi, menjual dan membeli barang dan jasa untuk memperoleh keuntungan.
Bisnis adalah suatu kegiatan Profit Making. Dasar pemikirannya adalah bahwa orang yg terjun ke dalam bisnis tidak punya keinginan dan tujuan lain selain ingin mencari keuntungan. Kegiatan bisnis adalah kegiatan ekonomis dan bukan kegiatan sosial. Karena itu, keuntungan itu sah untuk menunjang kegiatan bisnis. Asumsi Adam Smith :
Dalam masyarakat modern telah terjadi pembagian kerja di mana setiap orang tidak bisa lagi mengerjakan segala sesuatu sekaligus dan bisa memenuhi semua kebutuhan hidupnya sendiri. Semua orang tanpa terkecuali mempunyai kecenderungan dasar untuk membuat kondisi hidupnya menjadi lebih baik.
b. Pandangan Ideal
Disebut pandangan ideal, karena dlm kenyataannya masih merupakan suatu hal yang ideal mengenai dunia bisnis. Sebagai pandangan yang ideal pandangan ini baru dianut oleh segelintir orang yang dipengaruhi oleh idealisme berdasarkan nilai yang dianutnya.
Menurut Adam Smith, pertukaran dagang terjadi karena satu orang memproduksi lebih banyak barang sementara ia sendiri membutuhkan barang lain yang tidak bisa dibuatnya sendiri.
Menurut Matsushita (pendiri perusahan Matsushita Inc di Jepang), tujuan bisnis sebenarnya bukanlah mencari keuntungan melainkan untuk melayani kebutuhan masyarakat. Sedangkan keuntungan tidak lain hanyalah simbol kepercayaan masyarakat atas kegiatan bisnis suatu perusahaan. Artinya, karena masyarakat merasa kebutuhan hidupnya dipenuhi secara baik mereka akan menyukai produk perusahaan tersebut yang memang dibutuhkannya tapi sekaligus juga puas dengan produk tersebut.
Dengan melihat kedua pandangan berbeda di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa citra jelek dunia bisnis sedikit banyaknya disebabkan oleh pandangan pertama yang melihat bisnis sekadar sebagai mencari keuntungan.
Atas dasar ini, persoalan yg dihadapi di sini adalah bagaimana mengusahakan agar keuntungan yang diperoleh ini memang wajar, halal, dan fair. Terlepas dari pandangan mana yang dianut, keuntungan tetap menjadi hal pokok bagi bisnis. Masalahnya adalah apakah mengejar keuntungan lalu berarti mengabaikan etika dan moralitas? Yang penting adalah bagaimana keuntungan ini sendiri tercapai.
Salah satu upaya untuk membangun bisnis sebagai profesi yang luhur adalah dengan membentuk, mendukung dan memperkuat organisasi profesi.Melalui organisasi profesi tersebut bisnis bisa dikembangkan sebagai sebuah profesi dalam pengertian sebenar-benarnya sebagaimana dibahas disini, kalau bukan menjadi profesi luhur.

  1. Hakekat Mata Kuliah Etika Bisnis
    Menurut Drs. O.P Simorangkir bahwa hakikat etika bisnis adalah menganalisis atas asumsi-asumsi bisnis, baik asumsi moral maupun pandangan dari sudut moral. Karena bisnis beroperasi dalam rangka suatu sistem ekonomi, maka sebagian dari tugas etika bisnis hakikatnya mengemukakan pertanyaan-pertanyaan tentang sistem ekonomi yang umum dan khusus, dan pada gilirannya menimbulkan pertanyaan-pertanyaan tentang tepat atau tidaknya pemakaian bahasa moral untuk menilai sistem-sistem ekonomi, struktur bisnis.
    Contoh praktek etika bisnis yang dihubungkan dengan moral :
    Uang milik perusahaan tidak boleh diambil atau ditarik oleh setiap pejabat perusahaan untuk dimiliki secara pribadi. Hal ini bertentangan dengan etika bisnis. Memiliki uang dengan cara merampas atau menipu adalah bertentangan dengan moral. Pejabat perusahaan yang sadar etika bisnis, akan melarang pengambilan uang perusahaan untuk kepentingan pribadi, pengambilan yang terlanjur wajib dikembalikan. Pejabat yang sadar, disebut memiliki kesadaran moral, yakni keputusan secara sadar diambil oleh pejabat, karena ia merasa bahwa itu tanggung jawabnya, bukan saja selaku karyawan melainkan juga sebagai manusia yang bermoral.

Contoh tidak memiliki kesadaran moral :
Seorang berdarah dingin dijalan juanda, jakarta yang sangat ramai itu menodong dengan cerulit dan merampas harta milik seseorang. Baginya menodong itu merupakan kebiasaan dan menjadi profesinya. Apakah ada kesadaran moral bahwa perbuatan itu bertentangan dan dilarang oleh ajaran agama, hukum dan adat? Sejak kecil ia ditinggalkan oleh ibu dan bapaknya akibat perceraian, ia bergaul dengan anak gelandangan, pencuri. Sesudah dewasa menjadi penodong ulung. Ia menodong atau membunuh tanpa mengenal rasa takut atau berdosa, bahkan sudah merupakan suatu profesi.

  1. Definisi Etika dan Bisnis

Pengertian Bisnis Menurut Para Ahli adalah :
• Stainford (1979)
Business is all those activities in providing the goods and services needed or desired by people. Dalam pengertian ini bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen. Dapat dilakukan oleh organisasi perusahaan yang memiliki badan hukum, perusahaan yang memiliki badan usaha, maupun perorangan yang tidak memiliki badan hukum maupun badan usaha.
• Brown dan Petrello (1976)
Business is an institution which produces goods and services demanded by people. Artinya bisnis ialah suatu lembaga menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.
Dalam ilmu ekonomi, Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata “bisnis” sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan.

Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya “bisnis pertelevisian.” Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi “bisnis” yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.
Etika dalam bahasa Yunani kuno: “ethikos“, berarti “timbul dari kebiasaan”) adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, burul dan tanggung jawab. St. John of Damascus (abad ke-7 Masehi) menempatkan etika di dalam kajian filsafat praktis (practical philosophy). Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.
Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi.Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.
Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika).

Pengertian etika menurut para ahli :
• Menurut Rosita Noer :
Etika adalah ajaran (normatif) dan pengetahuan (positif) tentang yang baik dan yang buruk, menjadi tuntutan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.
• Menurut Drs. O.P. Simorangkir :
Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
• Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat :
Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
• Drs. H. Burhanudin Salam :
Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai norma dan moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya
Etika juga memiliki pengertian arti yang berbeda-beda jika dilihat dari sudut pandang pengguna yang berbeda dari istilah itu.
• Bagi ahli falsafah, etika adalah ilmu atau kajian formal tentang moralitas.
• Bagi sosiolog, etika adalah adat, perilaku orang-orang dari lingkungan budaya tertentu.
• Bagi praktisi profesional termasuk dokter dan tenaga kesehatan lainnya etika berarti kewajiban dan tanggung jawab memenuhi harapan (ekspektasi) profesi dan masyarakat, serta bertindak dengan cara-cara yang profesional, etika adalah salah satu kaidah yang menjaga terjalinnya interaksi antara pemberi dan penerima jasa profesi secara wajar, jujur.
• Bagi eksekutif puncak rumah sakit, etika seharusnya berarti kewajiban dan tanggung jawab khusus terhadap pasien dan klien lain, terhadap organisasi dan staff, terhadap diri sendiri dan profesi, terhadap pemrintah dan pada tingkat akhir walaupun tidak langsung terhadap masyarakat. Kriteria wajar, adil, jujur, profesional dan terhormat tentu berlaku juga untuk eksekutif lain di rumah sakit.
• Bagi asosiasi profesi, etika adalah kesepakatan bersamadan pedoman untuk diterapkan dan dipatuhi semua anggota asosiasi tentang apa yang dinilai baik dan buruk dalam pelaksanaan dan pelayanan profesi itu.

  1. Etika Moral, Hukum dan Agama
    Pada dasarnya, etika moralitas berwacana untuk menentukan kita sebaiknya menjadi orang seperti apa. Dalam etika moralitas, suatu tindakan dianggap benar jika tindakan itu mendukung perilaku karakter yang baik (bermoral) dan dianggap salah jika tindakan itu mendukung perilaku karakter yang buruk (tidak bermoral). Etika moral lebih bersifat pribadi, namum moral pribadi akan berkaitan erat dengan moral bisnis. Jika perilaku seseorang dalam kehidupan pribadinya bermoral, maka perilakunya dalam kehidupan bisnis juga akan bermoral.

Dalam memecahkan masalah, kita tidak perlu binggung untuk memilih teori mana yang sebaiknya digunakan, sebab kita dapat menggunakan semua teori itu untuk menganalisis suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda dan melihat hasil apa yang diberikan masing-masing teori itu kepada kita.
Hukum membutuhkan moral. Dalam kekaisaran roma terdapat pepatah quid leges sine moribus? Yang artinya adalah apa guna undang-undang jika tidak disertai moralitas? Tanpa moralitas, hukum akan kosong. Kualitas hukum sebagian besar ditentukan oleh mutu moralnya. Karena itu hukum selalu harus diukur dengan norma moral. Disisi lain moral juga membutuhkan hukum. Moral tidak ada artinya jika tidak diungkapkan dan dilembagakan dalam masyarakat.
Etika mendukung keberadaan Agama, dimana etika sanggup membantu manusia dalam menggunakan akal pikiran untuk memecahkan masalah. Perbedaan antara etika dan ajaran moral agama yakni etika mendasarkan diri pada argumentasi rasional. Sedangkan Agama menuntut seseorang untuk mendasarkan diri pada wahtu Tuhan dan ajaran agama.

  1. Klasifikasi Etika
    • Etika normatif : berfokus pada prinsip-prinsip yang seharusnya dari tindakan yang baik2.
    • Etika terapan: penerapan teori-teori etika secara lebih spesifik baik pada domain privat atau publik.
    • Etika deskriptif: hanya melakukan observasi terhadap apa yang dianggap baik oleh individuatau masyarakat.
    • Meta etika: berfokus pada arti dari pernyataan-pernyataan etika.
  2. Konsepsi Etika
    Istilah “etika” berasal dan bahasa Yunani kuno. Kata Yunani ethos dalam bentuk tunggal mempunyai arti kebiasaan-kebiasaan tingkah laku manusia; adat, ahlak, watak, perasaan; sikap; dan cara berfikir. Dalam bentuk jamak ta etha mempunyai adat kebiasaan. Menurut filsuf Yunani Aristoteles, istilah etika sudah dipakai untuk menunjukkan filsafat/moral. Sehingga berdasarkan asal usul kata, maka etika berarti: ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.

Referensi:

https://andiantarinp.wordpress.com/2015/10/19/definisi-etika-dan-bisnis-sebagai-sebuah-profesi/

http://lutpiandari.blogspot.co.id/2014/09/teori-pengertian-etika-dan-bisnis.html

http://dedifahradi.blogspot.com/2011/06/hakikat-etika-bisnis.html
http://d3d3v1a.wordpress.com/2012/10/28/tugas-1-softskill-etika-bisnis-pengertian-bisnis-etika-bisnis-dan-indikator-etika-bisnis/
http://imamrizaldy.blogspot.com/2015/09/tugas-etika-bisnis¬_29.html

https://sitinovianti.wordpress.com/2015/10/24/definisi-etika-dan-bisnis-sebagai-sebuah-profesi/

Resensi Buku lain

Judul: Ayah

Penulis: Andrea Hirata

Penerbit: Bentang Pustaka

Terbit: Mei 2015

Tebal: 412 halaman

Setelah lama tak kedengaran, Andrea Hirata muncul lagi dengan novel barunya,Ayah. Dua minggu sebelum buku ini resmi terbit tanggal 29 Mei, saya sudah mendapatkannya duluan (jangan tanya dapat dari mana).  Saya langsung membacanya dan tamat dalam 5 hari. Kalau saja saya lagi nggak banyak kerjaan, mungkin satu-dua hari juga beres.

Awalnya saya agak takjub melihat buku ini: kover depan dan beberapa halaman awal dipenuhiendorsement dari berbagai media dan penulis berbagai negara. Padahal novel ini bahkan belum terbit di Indonesia (waktu saya baca)! Tapi kemudian saya kecele. Semua puja-puji itu bukan untuk Ayah, melainkan untuk Laskar Pelangi … hehehe! Kesannya kok Ayah seperti kurang percaya diri, sampai-sampai harus menggunakan endorsementLaskar Pelangi yang jumlahnya berjibun itu.

Di kover belakang pun tidak ada sinopsis Ayah. Yang ada adalah biografi singkat penulisnya—ini pun juga ada di kover dalam bagian depan. Padahal, tanpa semua itu pun Andrea sudah punya pembacanya sendiri. Tapi ya sudahlah …

Ayah masih menggunakan Belitong sebagai latar cerita utama. Ceritanya tentang empat sahabat bernama Sabari, Ukun, Tamat, dan Toharun. Keempatnya bersekolah di sekolah yang sama. Andrea membangun kisah dengan menceritakan keseharian keempat sahabat itu dan latar belakang keluarganya masing-masing.

Mirip dengan tokoh-tokoh di Laskar Pelangi, masing-masing dari keempat sahabat tadi punya karakter yang unik. Tak jarang mereka juga begitu polos dan naif, namun kadang bisa cerdas juga. Bagian ketika Andrea menceritakan masa sekolah anak-anak ini hingga lulus mendapat porsi terbanyak dalam buku. Menurut saya bagian ini cukup asyik. Humornya sangat khas Andrea.

Sabari diceritakan jatuh cinta sejak SMP pada seorang gadis bernama Lena. Walau gadis itu tak pernah memedulikannya, Sabari tak pernah menyerah. Ia kerap memajang kertas berisi puisinya untuk Lena di majalah dinding sekolahnya. Sesekali, gadis itu membalas, juga lewat mading.

Singkat cerita, ketika sudah dewasa pun, Sabari tetap tak bisa melupakan Lena. Suatu hari, ia mendengar kabar bahwa Lena hamil di luar nikah. Saat itu Sabari bekerja di pabrik batako milik Markoni, ayah Lena. Sabari pun mau saja ketika diminta menikahi Lena, demi menyelamatkan nama baik Markoni yang kurang akur dengan Lena itu.

Anak lelaki yang kemudian lahir dari rahim Lena itu kemudian diberi nama Zorro oleh Sabari. Pasalnya, bocah itu ketika diberi boneka Zorro tak mau melepasnya. Sabari sangat menyayangi Zorro. Dia ingin memeluknya sepanjang waktu, terpesona melihat makhluk kecil yang sangat indah itu dan seluruh kebaikan yang terpancar darinya. Tiap malam, Sabari susah susah tidur lantaran membayangkan bermacam rencana yang akan dia lakukan bersama anaknya jika besar nanti. Dia ingin mengajaknya melihat pawai 17 Agustus, mengunjungi pasar malam, membelikannya mainan, menggandengnya ke masjid, mengajarinya berpuasa dan mengaji, dan memboncengnya naik sepeda saban sore ke taman kota.

Dia juga Ikhlas ketika Lena bahkan tak mau tinggal bersama mereka. Beberapa tahun kemudian Lena malah minta cerai dan menikah lagi hingga tiga kali, bahkan akhirnya mengambil Zorro dari Sabari. Pelan-pelan, Sabari mulai tampak seperti orang gila dalam penampilan dan tingkah laku. Dua sahabatnya, Ukun dan Tamat, lama-lama tak tahan melihat Sabari seperti itu, sehingga akhirnya mereka memutuskan menjelajahi Sumatra demi menemukan Lena dan Zorro dan membawa mereka kembali.

Berhubung biasanya orang tidak suka dikasih spoiler saat baca resensi buku, saya juga nggak akan memberitahu akhir kisahnya, dong. Bagi saya, ending-nya agak mudah ditebak, soalnya tokoh yang sering diceritakan di awal tidak muncul lagi di tengah cerita, hingga akhirnya nongol di akhir cerita, dengan nama yang berbeda.

Novel Ayah ini terbagi dalam bab-bab pendek, sehingga pembaca bisa dengan enak mencicil baca. 🙂 Di beberapa halaman akhir juga disertakan informasi soal buku-buku Andrea yang sudah dan akan terbit, baik di Indonesia maupun terjemahan Laskar Pelangidi negara-negara lain. Gila juga, ya …

Anyway, saya suka gaya tulisan Andrea yang khas dan lugas. Novel kali ini juga tidak menggelar glorifikasi soal kesuksesan studi di luar negeri. Para tokohnya bahkan tetap kere dan tidak berpendidikan tinggi hingga akhir cerita. Tapi kisah Sabari yang sangat tulus mencintai anaknya (yang bukan kandung), kesetiakawanan para sahabatnya, dan humor rasa Melayunya menjadi magnet kuat dalam Ayah. Walau ada beberapa bagian cerita yang menurut saya nggak penting banget dan melebar ke mana-mana, misalnya bagian tentang Australia itu … hehehe!

Kesimpulan saya, ini novel bagus, kok. Menyenangkan. Memang tidak istimewa sih (masih bagus Padang Bulan, menurut saya), tapi tetap bagus. Nikmat dibaca sambil menyeruput segelas teh tarik hangat saat libur.

Resensi Biografi

Judul: Vincent
Penulis: Barbara Stok
Penerbit: Self Made Hero
Tebal: 141

Vincent adalah buku komik grafis yang bercerita tentang pelukis ternama, Vincent Van Gogh. Cerita bermula ketika Vincent berpamitan kepada sang adik untuk kepergiannya ke Arles. Arles adalah kota kecil yang dipilih Vincent untuk menekuni karirnya sebagai pelukis. Sementara bagi Theo, Arles adalah kota yang diharapkan bisa mengembalikan kesehatan untuk Vincent. Udara bersih, suasana nyaman dan pemandangan indah adalah tempat yang tepat untuk kedua tujuan tersebut sekaligus.

Biasan cahaya matahari pada ladang-ladang gandum, bunga-bunga yang bermekaran serta geliat para pekerja adalah pemandangan indah tak terlukiskan di Arles. Vincent ingin berbagi keindahan itu kepada adik dan semua orang melalui karyanya.

Kesukaan Vincent adalah menuangkan warna-warna secara berlebihan. Cara itu menurutnya untuk menangkap jiwa dari sebuah objek lukisan. Bagi Vincent sebuah lukisan yang baik adalah yang memiliki jiwa. Setiap guratan dan tarikan garis pada setiap lukisan karya Vincent adalah gambaran emosi yang ia rasakan. Begitu hidup.

Inilah buku yang menceritakan tidak saja mengenai proses kreatif sebuah karya seni yang mengagumkan namun juga kesepian dan keterasingan yang dirasakan oleh si pelukis. Dibalik kesuksesan -yang tidak pernah dirasakan si pelukis selama ia hidup-, Vincent, adalah sosok sang adik tercinta, Theo, yang tidak pernah putus mendukungnya. Theo memercayai bahwa suatu saat dunia akan mengerti dan memahami keindahan karya-karya sang kakak.

“How rich art is; if one can only remember what one has seen, one is never without food for thought or truly lonely, never alone.”

Tugas Softskill Museum

Tugas Softskill Museum

PATRIOTISME DAN NASIONALISME DARI MUSEUM KOTA TUA

  • MUSEUM SEJARAH JAKARTA

  1. SEJARAH GEDUNG

Museum Sejarah Jakarta pada mulanya digunakan sebagai gedung Balaikota (Stadhuis). Gedung ini merupakan gedung Balaikota kedua yang dibangun pada masa pemerintahan VOC di Batavia. Pada tanggal 27 April 1626, Gubernur Jenderal Pieter de Carpentier (1623-1627) memutuskan untuk menbangun gedung balaikota yang baru ini kemudian direnovasi pada tanggal 25 Januari 1707 di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Joan van Hoorn dan selesai direnovasi pada tanggal 10 Juli 1710 di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Abraham van Riebeeck.

Selain sebagai Balaikota, gedung ini juga berfungsi sebagai Pengadilan, Kantor Catatan Sipil, tempat warga beribadah di hari Minggu, dan Dewan Kotapraja (College van Scheppen). Pada tahun 1925-1942 gedung ini juga dimanfaatkan sebagai Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pada tahun 1942-1945 dipakai untuk kantor pengumpulan logistik Dai Nippon. Tahun 1952 dipakai sebagai Markas Komando Militer Kota (KMK) I yang kemudian menjadi Kodim 0503 Jakarta Barat. Setelah itu pada tahun 1968 gedung ini diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta dan kemudian dijadikan sebagai Museum pada tahun 1974.
b. SEJARAH MUSEUM

Museum Sejarah Jakarta yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No.1, Jakarta Barat, adalah sebuah lembaga museum yang memiliki sejarah yang cukup panjang. Pada tahun 1919, dalam rangka 300 tahun berdirinya kota Batavia, warga kota Batavia khususnya Belanda mulai tertarik dengan sejarah kota Batavia. Pada tahun 1930 didirikanlah sebuah yayasan yang bernama Oud Batavia (Batavia Lama) yang bertujuan untuk mengumpulkan segala ihwal tentang sejarah kota Batavia. Maka pada tahun 1936, Museum Oud Batavia diresmikan oleh Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (1936-1942). Museum ini dibuka untuk umum pada tahun 1939.

Museum Oud Batavia ini menonjolkan peninggalan-peninggalan Belanda yang bermukim di Batavia sejak awal abad XVI. Koleksi tersebut terdiri dari:

  1. Mebel
  2. Perabot rumah tangga
  3. Senjata
  4. Keramik
  5. Peta
  6. Buku-buku

Museum Oud Batavia ini adalah sebuah lembaga swasta yang berada dibawah naungan Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Ikatan Batavia untuk Seni dan Ilmu Pengetahuan) yang didirikan pada tahun 1778 yang berjasa juga dalam mendirikan Museum Nasional.

Pada masa kemerdekaan, Museum Oud Batavia berubah nama menjadi Museum Djakarta Lama dibawah naungan LKI (Lembaga Kebudayaan Indonesia) dan pada tahun 1968 Museum Djakarta Lama diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta. Setelah Museum Sejarah Jakarta diresmikan pada tanggal 30 Maret 1974, maka seluruh koleksi dari Museum Djakarta Lama dipindahkan ke Museum Sejarah Jakarta dan ditambah dengan koleksi dari Museum Nasional.

Untuk meningkatkan kinerja dan penampilannya, sejak tahun 1999 Museum Sejarah Jakarta bertekad untuk menjadikan Museum ini bukan sekedar tempat untuk merawat dan memamerkan benda yang berasal dari masa penjajahan, tetapi harus bisa menjadi tempat bagi semua orang baik bangsa Indonesia maupun bangsa asing, anak-anak maupun orang dewasa bahkan untuk penyandang cacat untuk menambah pengetahuan dan pengalaman tentang sejarah kota Jakarta, serta dapat dinikmati sebagai tempat rekreasi.

Untuk itu Museum Sejarah Jakarta berusaha menyediakan informasi mengenai perjalanan panjang sejarah kota Jakarta, sejak masa prasejarah hingga masa kini dalam bentuk yang lebih kreatif. Selain itu, sebagai pusat pertemuan budaya dari berbagai kelompok suku baik dari dalam maupun luar Indonesia dan sejarah kota Jakarta seutuhnya. Museum Sejarah Jakarta juga selalu berusaha menyelenggarakan kegiatan yang rekreatif sehingga dapat menarik perhatian pengunjung untuk mengetahui sejarah kota Jakarta dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya warisan budaya.

Alamat:

Museum Sejarah Jakarta Jl. Taman Fatahillah No. 1
Jakarta 11110
Telp. 021 692 9101
Fax. 021 690 2387

Jam Kunjungan:
Selasa-Minggu 09.00-15.00

Tiket:
Dewasa Rp 5.000,00
Mahasiswa Rp 3.000,00
Anak-anak Rp 1.000,00

                  

  • Pemahaman Kebudayaan Melalui Museum

Masyarakat dan kebudayaan adalah ibarat mata uang yang satu sisinya berupa ungkapan sistem sosial dan sisi lainnya adalah sistem budaya. Interaksi alam fisik dan manusia melalui masa dan ruang membina pelbagai insitusi sosial dan budaya yang selaras dengan keperluan hidup masyarakat, sedangkan pelbagai insitusi sosial dan budaya adalah respon manusia untuk menyelesaikan pelbagai masalah dan memenuhi desakan hidup sambil bersedia menghadapi tantangan mendatang. Bahan-bahan dari segala macam institusi sosial tidak hanya dilihat sebagai himpunan warisan masa lampau,. Tetapi petanda dinamika dan sumber daya yang mampu beradaptasi dengan desakan, baik dalam maupun luar sistem sosial budaya itu sendiri.

Aspek kebudayaan masyarakat secara universal dapat diamati kehadirannya di setiap masyarakat. Kebudayaan adalah wujud daya cipta, rasa, dan karsa manusia. Kebudayaan adalah hal penting yang menghubungkan manusia dengan lingkungannya. Kebudayaan juga menjadi blue print atau pedoman bagi manusia. Dengan kebudayaan inilah manusia tampak berbeda dengan binatang. Dengan kebudayaan, manusia dapat bertahan dan melangsungkan hidupnya.

Ada beberapa cara kita dapat mengetahui kebudayaan masyarakat. Salah satu cara yang dilakukan seseorang atau kelompok untuk mengetahui gambaran kebudayaan masyarakat setempat adalah dengan datang ke museum. Hal itu karena di museumlah mereka dapat melihat gambaran tentang sebuah peradaban budaya daerah, baik zaman purbakala maupun di zaman modern.

Perkembangan museum di Indonesia saat ini dapat dikatakan cukup bagus, tetapi tentu memerlukan peningkatan-peningkatan agar Indonesia sebagai bangsa yang menghargai hasil karya pendahulunya dan melestarikan warisan budaya leluhur sehingga museum sebagai fasilitator masyarakat dengan peradaban budaya dapat diwujudkan. Museum juga diharapkan mampu menjadi mediator yang tidak membedakan kebudayaan antardaerah, tetapi tercipta peradaban yang multikultural, yaitu menjadikan perbedaan budaya menjadi suatu warna yang meramaikan khasanah kebudayaan bangsa sebagai identitas bangsa. Itulah peran museum. Lalu, seberapa besarkah peran museum saat ini?

Museum diharapkan tidak hanya sekedar memantulkan perubahan-perubahan yang ada di lingkungan, tetapi juga sebagai media untuk menunjukkan perubahan sosial serta pertumbuhan budaya dan ekonomi. Museum berperan dalam proses transformasi yang mewujudkan perkembangan struktur intelektual dan tingkat kehidupan yang membaik. Perkembangan tersebut tentu disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang bersangkutan dalam bahasa dan budayanya masing-masing. Inilah makna yang ingin disampaikan dan di transkripsikan oleh museum lewat benda yang disajikan atau dipamerkan sebagai instrumen memahami masyarakat pendukungnya.

Museum dalam bentuk apapun, baik secara ilmiah, seni maupun sejarah tentu tidak sekedar dibicarakan dalam artian teoritis semata. Museum diharapkan berarti praktis yang dapat diimplementasikan dengan kisaran jumlah publik yang tidak sedikit. Dengan demikian, bicara mengenai museum sebagai media komunikasi massa harus mendapatkan klaim dari semua golongan masyarakat. Museum tidak hanya diklaim menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi sangat perlu didukung oleh para akademisi, peneliti, bahkan pengusaha. Jadi, peran museum diharapkan dapat mendukung pembangunan nasional, pembangunan masyarakat seluruhnya dan seutuhnya. Kita harus terus ingat bahwa pembangunan ataupuin modernisasi bukan sekedar know what, tetapi proses know how.

  • Berperan dalam Memerankan Peran Museum

Apa yang patut segera dilakukan agar museum berperan demikian? Museum tidak boleh menjadi lembaga yang pasif, tetapi sebaliknya museum harus peserta aktif dalam pembangunan. Bisa diungkapkan atau menggunakan slogan museum –out-reach goal dengan bahasa bahwa apabila publik tidak datang ke museum, maka museumlah yang datang ke publik. Museum harus mampu menghadapi tantangan global di mana kontak antarbudaya tidak dapat dielakkan, termasuk berani menghadapi ‘image” museum yang dianggap kuna dan antik, kemudian mengubahnya menjadi sesuatu yang menyenangkan. Mengubah image ibarat pepatah Bagai Mengubah Tekuk, yang berarti mengubah kebiasaan tidaklah mudah, tetapi yakinlah bahwa jika itu dilakukan terus menerus dilakukan akan berhasil ibarat pepatah Belakang Parang pun Kalau Diasah Akan Tajam.

Benda-benda koleksi yang dipamerkan harus dirancang sedemikian rupa termasuk menunjukkan adanya isu-isu masa kini yang berjalan dengan fakta sejarah. Kegiatan yang dilakukan di museum tidak sekedar melihat benda koleksi yang indah, tetapi bagaimana agar yang datang ke museum pulang tetapi ingin kembali datang ke museum karena museum dianggap mempunyai daya tarik tersendiri. Ada yang mem buat saya cukup bangga saat ini, sudah cukup banyak pengelola museum yang membolehkan museumnya digunakan untuk acara-acara kegiatan kemasyarakatan, melakukan seminar untuk mengasah intelektual, dan yang terpenting museum tidak digunakan untuk sebagian kecil orang saja.

Paradigma tersebut tentu agak kontraversial dengan pemikiran terdahulu yang melihat museum sebagai tempat yang dipenuhi roh-roh leluhur yang menyeramkan. Pada hakikatnya museum dapat bersifat profan pada batas-batas tertentu tanpa harus menghilangkan nilai sakral yang berada di dalamnya jika itu memang yang sesuai dengan kondisi masyarakatnya. Pengelola museum tak perlu merasa terbebani dengan peran museum yang meluas, tidak sekedar menjadi tempat barang-barang sejarah itu diletakkan, karena ada yang lebih penting dari itu yaitu bagaimana nilai sejarah dari benda itu dapat tersampaikan kepada masyarakat.

Dengan demikan, tentu museum bukanlah komoditas privat bagi sebagian orang, tetapi milik masyarakat bersama yang ingin mengetahui dan mendapatkan kepuasan mendalam dan kenikmatan dengan datang ke museum. Museum dapat menjadi media yang efektif untuk menyajikan proses pembangunan hasil-hasilnya dapat dimengerti oleh masyarakat. Museum membantu mengintegrasikan perubahan dalam masyarakat dan menciptakan keseimbangan dalam peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat dan terus melestarikan kepribadian suatu bangsa melalui nilai-nilai dan pola-pola budaya yang terkandung di dalamnya. Di sinilah peran museum yang tidak sekedar sebagai sarana hiburan, tetapi media untuk menancapkan nilai dan semangat yang mengakar umbi sebagai wadah patriotisme dan nasionalisme yang terancam dengan landaan globalisasi.

Dalam menghadapi krisis global, museum juga harus berani melangkah. Museum seharusnya tidak membatasi diri dengan pengkategorian museum sebagai kebudayaan material yang dimiliki segelintir orang yang menyukai keindahan, tetapi harus mampu mengintegrasikan multidisiplin ilmu dalam menampilkan perkembangan dan keterkaitan kebudayaan masyarakat sesuai dengan ekologi dunia, splendid isolation yang tetap terbungkus menyenangkan . Kompleksitas dalam perkembangan disiplin ilmu harus diakui dan dihadapi dengan bijak. Artinya, perlu pikiran positif untuk mengakui keterkaitan disiplin ilmu satu sama lain sehingga dapat terwujud kerjasama tim yang maksimal, termasuk dalam mengomunikasikan peran dan fungsi museum.

Bahkan, tak perlu fobia untuk menerapkan kretaivitas dan menerima inovasi dalam ilmu permuseuman sehingga peran museum sebagai edukasi yang bertanggung jawab bagi suatu bangsa dapat terwujud. Sebagai contoh, pandangan masyarakat terhadap museum yang mencerminkan teknologi tradisional tidak menyangkal adanya teknologi modern dalam perkembangannya. Pengemasan museum yang disesuaikan dengan konteks waktu dan ruang yang tepat dapat membantu meningkatkan pengertian sebagai proses produksi dan pemenuhan kebutuhan dengan menyajikan teknologi baru yang tepat guna yang mendukung terpeliharanya keserasian dalam pembangunan. Di negara maju, seperti negara di kawasan Eropa ataupun Amerika, museum memegang peranan yang berhasil membangkitkan kesadaran yang kolektif dan tindakan kebijaksanaan yang baru terhadap perkembangan industralisasi tetapi tetap mencerminkan keserasian lingkungan.

Tugas museum memang seharusnya dapat membantu proses pembangunan yang tetap bertanggung jawab dengan permasalahan ekologi. Museum harus terus menjadi cermin identitas suatu bangsa dan inspirasi bagi masyarakat. Museum dapat berpera serta secara penuh untuk mengomunikasikan secara efektif pengaruh peradaban manusia bagi ekosistem. Museum harus dapat menjadi proyeksi bagi perkembangan zaman, tetapi tetap menjaga stabilitas dan produktivitas masyarakat. Museum perlu merefleksikan diri sebagai tempat yang menggambarkan pusat penelitian, pusat multi media, dan pusat pendidikan dalam melestarikan kebudayaan masyarakat. Namun, harus diingat bahwa pelaksanaan pendidikan atau process of enculturation di museum tidak dapat dijelaskan secara efektif tanpa kerja sama yang erat dan koordinasi dengan lembaga-lembaga lainnya.

Sekali lagi, dalam pelaksanaannya memerlukan integrasi inter-disiplin, program, dan metode. Museum dapat bertindak sebagai fasilitator dan katalisator bagi riset kebudayaan masa lampau sekaligus masa kini di semua ranah, baik lokal, nasional, regional, dan global. Museum integral atau interdisiplin ini tidak untuk mengingkari nilai-nilai museum yang telah ada dan juga tidak meninggalkan prinsip-prinsip museum. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, misalnya kemunculan internet justru harus mampu mendukung pemasaran museum sebagai sumber informasi untuk memberi penerangan dalam menyadarkan identitas suatu bangsa yang menghargai hasil karyanya.

D.Strategi Menyegarkan Museum

Tantangan yang dihadapi untuk membuat museum yang hidup, apalagi “lincah” yang berdendang seirama dengan masyarakat lingkungannya memang tidaklah mudah, tetapi tetap harus dilakukan usaha yang maksimal. Penghayatan falsafi tentang dasar serta tujuan penyelenggaraan dan pengelolaan museum tentu harus diperhatikan dan dipahami secara komprehensif dengan implementasi sikap yang diorientasikan pada kepentingan public, pemahaman dan karakteristik sosial budaya daerah, dan terus up to date dengan seluruh hal yang aktual bagi masyarakat dan lingkungannya serta kajian yang serius dan terus menerus terhadap museum. Hal ini tentu berkait dengan pokok permuseuman, di mana pengelola dan penyelenggaran museum tak lepas dengan museum itu sendiri, museum terkait dengan koleksi, dan koleksi dinikmati oleh publik. Dengan demikian, yang tidak boleh dilupakan dan perlu segera diwujudkan adalah membentuk leadership dalam permuseuman.

Seorang pemimpin dibutuhkan sebagai figur yang mampu menatap masa depan yang mempunyai keberanian mengevaluasi diri untuk menyegarkan museum. Namun, pada hakikatnya kita semualah pemimpin yang termaksud itu, pemimpin yang berkomitmen dengan berkontribusi memasarkan kekayaan milik bangsa. Pemimpin yang sadar menyadarkan betapa penting peran museum sebagai sumber daya potensial memajukan bangsa. Akhirnya, kita semua adalah pemimpin yang harus bertanggungjawab terhadap perkembangan museum yang membutuhkan manajemen yang tepat dan profesionalisme.

Manajemen permuseuman tersebut dapat dilakukan melalui beberapa faktor dasar pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan.

  • Manusia

Manusia sebagai subjek pendukung sekaligus pencipta dan tujuan pemeliharaan kebebasan untuk berkreativitas. Manusia yang berbudaya adalah yang menghindari terkristalnya gaya hidup reifikasi, manipulasi, frgamentasi berlebihan, dan individualisasi berlebihan. Tidak reifikasi, artinya, manusia dalam permuseuman seharusnya tidak mengukur segala sesuatu berdasarkan material semata atau kuantitas saja, tetapi harus mampu dipersiapkan secara kualitas (qualified oriented) dan berorientasi pada tujuan dan masa depan (goal and future oriented). Tidak manipulasi artinya persepsi yang dibangun bukan sekedar peran media mengkontruksikan peranan museum, tetapi timbulnya kesadaran yang mendalam pentingnya keberadaan museum.Tidak fragmentasi berlebihan artinya tidak terjadi kesombongan jika individu mempunyai posisi jabatan, kedudukan, kekuasaan dalam menyelenggarakan dan mengelola museum, tetapi perlu diwujudkan rasa pentingnya belajar teru8s menerus dalam mengembangkan museum. Tidak individualisasi artinya tidak egois dalam membangun dan mengembangkan museum dan tidak serakah atau bertindak dalam pengelolaan museum.

  • Lingkungan

Lingkungan adalah medan mansia berjuang melalui karyanya. Dengan demikian, lingkunggn adalah pendukung keberhasilaan kegiatan pemuseuman.

  • Peralatan

Teknologi harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya agar dapat mendukung kelangsungan kegiatan yang ada di museum dalam mengembangkan museum.

  • Komunitas

Karya manusia ditampung oleh kolektivitas menjadi warisan budaya bersama. Demikian pula dengan karya manusia masa lampau sangat diperlukan suatu kolektif manusia agar karya tersebut dapat dinikmati bersama untuk genberasi sekarang bahkan mendatang. Komunitas yang mencintai museum sangat diperlukan agar warisan budaya tetap lestari.

Review: Museum Masa Kini

Museum dalam masyarakat masa kini adalah fenomena yang kompleks, yaitu museum sebagai medium yang multifungsional. Museum masa kini identik dengan sebuah perusahaan yang dilengkapi sarana dan prasarana. Ruangan koleksi dalam museum perlu dikelola seteliti mungkin dengan perlengkapan teknologi mutakhir di bidang preservasi. Museum masa kini dilengkapi laboratorium konservasi dengan metode penyajian yang masa kini pula. Museum masa kini harus memperhatikan pelbagai metode komunikasi dan pengumpulan data serta penyaluran informasi yang maksimal. Di sini orang di museum harus bicara tentang multifungsi museum dengan metode visualisasi dan interpretasi yang ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan. Seperti yang dikatakan oleh ahli museum Amerika Serikat, Paereker, yang menyatakan tugas utama museum untuk menafsirkan manusia, alam, dan hasil karyanya. Hal ini berarti museum berperan dalam membentuk cermin positif kebudayaan dan peradaban manusia.

Kegiatan dalam museum masa kini memerlukan kegiatan riset yang merupakan suatu mata rantai yang tidak putus sebagai upaya untuk memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin kepada masyarakat. Museum masakini tidak ada lagi yang merasa dirinya dapat berdiri sendri, tetapi semua museum di seluruh dunia sudah masuk suatu sistem jaringan hubungan kerja sebagai bidang kegiatan edukasi cultural. Image atau kesan adalah gambaran yang terekam dalam ingatan seseorang tentang suatu hal yang didengar ataupun dilihat, baik langsung maupun tidak langsung.

Pendapat tentang museum kota tua menurut kelompok

Kami di Wisata Kota Tua

Travelling ke Museum Fatahillah bersama teman itu seru dan menarik, selain wisata murah juga bisa menambah pengetahuan tentang sejarah Batavia serta melihat barang antik peninggalan zaman dahulu. Untuk masuk ke Museum Fatahillah Jakarta di tahun 2015 biaya tiket masuk Rp 3000 saja dengan memakai KTM alias Kartu mahasiswa. Untuk sekarang tiket masuk ke Museum Fatahillah Rp 5000 untuk dewasa. Nah bagi yang belum pernah masuk ke dalam Museum Fathillah semoga referensi catatan perjalanan kami ke Museum Fathillah dapat memberikan gambaran tentang isi Musuem Fatahillah.

   

   

  • Prasasti

Masuk ke dalam museum kami sudah melihat patung tempat eksekusi gantung diri kemudian di lantai dasar terdapat patung mirip singa putih, peralatan masak tradisional, bebatuan, hingga ke Prasasti dengan telapak kaki.  Isi dari Museum Fatahillah berupa mebel antik dari abad 17 hingga ke 19, keramik, gerabah, beberapa prasasti, replika peninggalan Kerajaan Tarumanegara dan Pajajaran, becak, numismastik, hingga Patung Hermes.

  • Penjara Wanita dan Penjara Pria

Penjara wanita ini terletak di pintu belakang sebelah kanan museum Fatahillah. Penjara wanita ini berukuran sangat kecil, sehingga ketika kami ingin melihatnya kami harus menunduk kebawah karena penjara ini terdapat di semacam ruang bawah tanah. Di dalam penjara itu hanya muat sekitar 20-30 orang. Penjara ini hanya ada satu dan tidak tertata. Di dalam penjara wanita ini juga terdapat genangan air, gelap dan hanya ada satu jendela yang di buka saat siang hari. Udaranya sangat pengap sehingga susah untuk bernafas dan genangan air itu sangat berbau tidak sedap. Penjara pria juga sama dengan penjara wanita, tetapi bedanya penjara pria ini terletak di sebelah kiri pintu belakang dari museum ini dan penjara pria ini lebih tertata dan lebih banyak. Penjara pria ini hanya dipisahkan oleh sekat yang terbuat dari tembok yang kedap suara, gelap karena tidak ada satupun penerangan kecuali dari jendela yang dibuka pada siang hari (penerangan itupun tidak sampai ke pojok dalam penjara), udaranya sangat pengap. Di pojok  dalamnya terdapat batu-batu besar dan kecil juga rantai yang dipakai oleh Belanda untuk memasung tahanannya agar tidak kabur. Fungsi kedua penjara ini sama, yaitu untuk memenjarakan orang-orang yang melawan atau membantah perintah Belanda.

Kemudian kami menjelajahi taman belakang museum. Terdapat bangku, sumur tua dan patung yang membuat taman ini lebih menjadi indah.

Setelah puas melihat isi koleksi museum di lantai 1 kamipun menaiki tangga menuju lantai 2 untuk melihat koleksi museum.

Di lantai 2 terdapat bangku dengan arsitek bergaya neoklasik dengan kayu jati serta ranjang, dan lukisan orang Belanda.

Kami paling suka memandang ke bagian bawah kawasan Kota Tua dari lantai 2 karena jelas terlihat antusias pengunjung Kota Tua Jakarta. Itulah hal menarik bagi kami dari Museum Fatahilliah Kota Tua dengan udara segar dari pintu yang umurnya jauh lebih tua dari kami. Setelah puas mengelilingi isi Musuem serta melihat semua isi koleksi dari Museum Fatahillah kamipun turun kebawah untuk keluar dan kami menemukan tulisan Belanda di dinding yang berupa plang Peringatan Pembangunan Museum Fatahillah yang dahulunya adalah Balai Kota. Selain itu di bagian belakang Museum Fatahillah terdapat penjara bawah tanah serta taman mungil berupa tempat duduk dengan pepohonan.

Tulisan Belanda

Begitulah kira-kira pengalaman menarik mengunjungi Museum Fatahillah dan kawasan murah Kota Tua bersama teman-teman.

KELEBIHAN :

  1. Kita dapat mengetahui (menambah wawasan) sejarah dari salah satu museum yang ada di Jakarta.
  2. Di museum ini terdapat cafe bernuansa Jakarta tempoe dulu.
  3. Ada toko-toko souvenir untuk membeli buah tanggan untuk keluarga kita di rumah
  4. dilengkapi juga dengan fasilitas yang sangat lengkap seperti mushola, ruang rapat, aula, serta taman.
  5. Kita lebih dapat menghargai dan mencintai budaya yang ada di Indonesia. Khususnya budaya Jakarta tempo dulu.
  6. Museum ini juga merangkap sebagai tempat wisata yang harga tiketnya terjangkau oleh semua kalangan.
  7. Mudahnya sarana transportasi.
  8. Letak tempatnya Strategis.
  9. Museum Fatahillah memiliki berbagai pusaka bersejarah yang sangat bernilai.
  10. Menjadi salah satu tempat wisata yang mendidik.
  11. Selain museum, disekitar wilayah kota tua terdapat berbagai sudut menarik yang dpaat digunakan untuk mengasah keahlian fotografi.
  12. Menjadi salah satu tempat wisata terkenal dan ter-ramai di Jakarta.
  13. Karena saat ini museum Fatahillah sudah memiliki identitas tersendiri yang membedakannya dengan museum-museum lainnya. (yaitu dengan mewajibkan menggunakan sandal sebelum masuk ke dalam museumnya dan selama mengelilingi area museum fatahillah tersebut).

KEKURANGAN :

  1. Disekitar museum masih banyak sampah-sampah yang berserakan.
  2. Kurangnya penataan tempat.
  3. Masih banyaknya pengemis dan pengamen di area museum ini.
  4. Pengelola museum di sekitar wilayah Kota Tua masih belum baik.
  5. Banyak benda bersejarah yang rusak karena tidak dirawat atau kurang perawatan dengan baik.
  6. Pengunjung masih kurang sadar atas kebersihan serta ketertiban saat mengunjungi tempat wisata ini.

KESIMPULAN

Museum kota tua adalah salah satu tempat wisata sejarah yang wajib dikunjungi karena kita mendapatkan informasi tentang perkembangan sejarah kota tua dari masa ke masa. Terlebih lagi museum ini memberikan pengunjung lain pengalaman, termasuk juga khususnya bagi kelompok kami. Museum ini juga memberikan kita inspirasi dan objek objek menarik untuk berfoto bersama karena museum ini bukan hanya sekedar museum tetapi juga dijadikan tempat untuk objek wisata dengan arsitektur bangunannya yang menarik dan masih dengan tempo dulu. Tetapi dikawasan ini masih banyak pengamen, pengemis dan sampah-sampah yang berserakan dimana-mana. Membuat sekeliling kawasan kota tua dan museum ini menjadi kotor sehingga kita tidak merasa terlalu nyaman melihatnya.

SARAN

Pemerintah harusnya bisa lebih mengatur tempat ini sebagai tempat pariwisata yang nyaman dikunjungi turis lokal maupun mancanegara, potensi yang dimiliki Kota Tua sebagai tempat wisata sungguh besar, mengingat tempat ini memiliki sejarah yang menarik Dan tempatnya yang strategis. Seperti yang sudah di tulis di atas, tempat ini memiliki kekurangan dalam hal kebersihan, hal ini tidak sepele, karena kebersihan suatu tempat wisata menjadi tolak ukur seberapa baik, dan seberapa pantasnya tempat itu dikunjungi. Mungkin utuk pengunjung yang berasal dari daerah sekitar tidak mempedulikannya, tapi ini sangat dinilai oleh pengunjung mancanegara. Pemerintah juga setidaknya harus bisa mempromosikan tempat ini, dengan mengadakan acara-acara atau semacam festival tahunan. Dengan begitu nama Kota Tua Jakarta akan semakin terdengar keseluruh dunia. Banyak tempat wisata di luar negeri yang mempromosikan tempatnya dengan cara ini, mengadakan festival tahunan yang mengundang wisatawan daris seluruh belahan dunia.

Chandelier

Party girls don’t get hurt
Can’t feel anything, when will I learnI push it down, push it down
I’m the one “for a good time call”Phone’s blowin’ up, they’re ringin’ my doorbell
I feel the love, feel the love
1,2,3 1,2,3 drink
1,2,3 1,2,3 drink
1,2,3 1,2,3 drink
Throw em back, till I lose count
I’m gonna swing from the chandelier, from the chandelierI’m gonna live like tomorrow doesn’t exist
Like it doesn’t exist
I’m gonna fly like a bird through the night, feel my tears as they dry
I’m gonna swing from the chandelier, from the chandelier
And I’m holding on for dear life, won’t look down won’t open my eyes
Keep my glass full until morning light, ’cause I’m just holding on for tonight
Help me, I’m holding on for dear life, won’t look down won’t open my eyes
Keep my glass full until morning light, ’cause I’m just holding on for tonight
On for tonight
Sun is up, I’m a mess
Gotta get out now, gotta run from this
Here comes the shame, here comes the shame
1,2,3 1,2,3 drink
1,2,3 1,2,3 drink
1,2,3 1,2,3 drink
Throw em back till I lose count
I’m gonna swing from the chandelier, from the chandelier
I’m gonna live like tomorrow doesn’t exist
Like it doesn’t exist
I’m gonna fly like a bird through the night, feel my tears as they dry
I’m gonna swing from the chandelier, from the chandelier
And I’m holding on for dear life, won’t look down won’t open my eyes
Keep my glass full until morning light, ’cause I’m just holding on for tonight
Help me, I’m holding on for dear life, won’t look down won’t open my eyes
Keep my glass full until morning light, ’cause I’m just holding on for tonight
On for tonight

INDONESIA PUSAKA

Ciptaan : Ismail Marzuki
Indonesia tanah air beta

Pusaka abadi nan jaya

Indonesia sejak dulu kala

Tetap di puja-puja bangsa

Reff :Di sana tempat lahir beta

Dibuai dibesarkan bunda

Tempat berlindung di hari tua

Tempat akhir menutup mata
Sungguh indah tanah air beta

Tiada bandingnya di dunia

Karya indah Tuhan Maha KuasaBagi bangsa yang memujanya

Reff :Indonesia ibu pertiwi
Kau kupuja kau kukasihi

Tenagaku bahkan pun jiwaku

Kepadamu rela kuberi

dampak positif dan negatif globalisasi di bidang ekonomi

Globalisasi ekonomi

Dampak positif dibidang ekonomi, yaitu terbukanya pasar internasional, kesempatan kerja lebih terbuka, dan devisa Negara meningkat. Dengan demikian, hal tersebut da[pat meningkatkan perekonomian bangsa sehingga akan memajukan dan meningkatkan rasa nasionalisme terhadap bangsa dan Negara.

Dampak positif di bidang sosial budaya, yaitu kita semua dapat meniru pola piker positif seperti etos kerja tinggi, sikap disiplin, dan iptek dari Negara lain. Akhirnya cara seperti ini dapat memajukan bangsa dan Negara
Berikut dampak globalisasi dibidang ekonomi baik yang positif maupun negatif
dampak positif.

  1. Pasar yang sangat terbuka untuk produk-produk ekspor (dengn catatan produk ekspor Indonesia dapat bersaing si pasar internasional). Dengan demikian kesempatan pengusaha Indonesia sangat terbuka dalam menciptakan produk berkualitas yang dibutuhkan oleh pasar dunia
  2. Mudah untuk mengakses modal investasi yang berasal dari luar negeri
  3. Mudah mendapatkan barang yang dibutuhkan masyarakat dan belum diproduksi di Indonesia
  4. Kegiatan pariwisata akan meningkat sehingga mampu membuka lapangan kerja dan juga menjadi ajang promosi produk-produk Indonesia

Dampak negatif

Dampak negatif di bidang ekonomi, yaitu terhapusnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyak produk luar negeri yang beredar di Indonesia. Dampak negatif terhadap generasi bangsa yaitu gaya hidup yang cenderung meniru budaya barat. Budaya barat dianggap sebagai kiblat gaya hidup dunia

Dampak negatif globalisasi juga menyebabkan kesenjangan social antara si kaya dan si miskin karena adanya persainbgan bebas.hal ini dapat menimbulkan perselisihan antara si kaya dan si miskin. Selain itu, dampak negatif lainnya yaitu terbentuknya sikap individualism yang menimbulkan rasa tidak peduli kepada sesama bahkan kepada bangsa.

Berikut dampak globalisasi dibidang ekonomi baik yang positif maupun negatif
dampak negatif
1. Masuknya tenaga kerja asing
2. hilangnya pasar produk Indonesia karena kalah bersaing dengan produk luar negeri
3. usaha- usaha di Indonesia akan mati karena banyak produk impor dipasaran Indonesia

Adanya globalisasi juga berdampak pada kehidupan suatu bangsa, termasuk Indonesia. Pengaruh globalisasi dapat bersifat positif dan negatif. Pengaruh ini akan mempengaruhi nilai-nilai nasionalisme suatu bangsa

Mencegah dampak negatif globalisasi terhadap nasionalisme
Banyak cara untuk mencegah dampak negatif ini. Berikut ini cara-cara mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai-nilai nasionalisme.
1. Meningkatkan rasa nasionalsme, seperti mencintai produk dalam negeri.
2. Mengamalkan nilai-nilai pancasila dengan baik.
3. Menegkkan hkum secara adil.
4. Dapat menyaring pengaruh globalisasi di semua bidang (politik, ideology, ekonomi, dan social budaya)

Cara-cara tersebut diharapkan dapat mencegah pengaruh negatif globalisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga tidak menghilangkan rasa nasionalisme.

referensi : http://disaera.blogspot.com/2012/06/dampak-positif-dan-negatif-globalisasi.html

Negara Islam Irak dan Syam

Negara Islam Irak dan Syam (ISIS /ˈsɪs/) (Bahasa Arab:الدولة الاسلامية في العراق والشام al-Dawlah al-Islāmīyah fī al-ʻIrāq wa-al-Shām) juga dikenal sebagai Negara Islam[2][3] (bahasa Inggris: Islamic State (IS) bahasa Arab: الدولة الإسلامية ad-Dawlah al-ʾIslāmiyyah), dan Negara Islam Irak dan Levant (bahasa Inggris: Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL)) adalah sebuah negara dan kelompok militan jihad yang tidak diakui di Irak dan Suriah. Kelompok ini dalam bentuk aslinya terdiri dari dan didukung oleh berbagai kelompok pemberontak Sunni, termasuk organisasi-organisasi pendahulunya seperti Dewan Syura Mujahidin[4] dan Al-Qaeda di Irak (AQI)[5], termasuk kelompok pemberontak Jaysh al-Fatiheen, Jund al-Sahaba, Katbiyan Ansar Al-Tawhid wal Sunnah dan Jeish al-Taiifa al-Mansoura, dan sejumlah suku Irak yang mengaku Sunni.

ISIS dikenal karena memiliki interpretasi atau tafsir yang keras pada Islam dan kekerasan brutal[6][7] seperti bom bunuh diri,[8] dan menjarah bank.[9] Target serangan ISIS diarahkan terutama terhadap Muslim Syiah[10] dan Kristen[11]. Pemberontak di Irak dan Suriah ini telah menewaskan ribuan orang. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan lebih dari 2.400 warga Irak yang mayoritas warga sipil tewas sepanjang Juni 2014. Jumlah korban tewas ini merupakan yang terburuk dari aksi kekerasan di Irak dalam beberapa tahun terakhir.[12] Aksi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ini telah menyebabkan tak kurang dari 30.000 warga kota kecil di timur Suriah harus mengungsi.[13]

Tokoh Sentral di Balik Militan ISIS adalah Abu Bakar al-Baghdadi.[14] Di bawah kepemimpinannya, ISIS menyatakan diri untuk bergabung dengan Front Al Nusra, kelompok yang menyatakan diri sebagai satu-satunya afiliasi Al-Qaidah di Suriah. ISIS memiliki hubungan dekat dengan Al-Qaeda hingga tahun 2014. Namun karena misi berbelok dari misi perjuangan nasional dengan menciptakan perang sektarian di Irak dan Suriah dan penggunaan aksi-aksi kekerasan, Al-Qaidah lalu tidak mengakui kelompok ini sebagai bagian darinya lagi.[15] Abu Bakar al-Baghdadi bahkan bersumpah untuk memimpin penaklukan Roma, yaitu ibukota agama Nasrani-Katolik, tepatnya Kota Vatikan yang terletak di tengah kota Roma, Italia.[16] Pemimpin militan ISIS Abu Bakar al-Baghdadi ini juga menyerukan umat Islam untuk tunduk kepadanya. [17]

Ideologi dan kepercayaan

ISIS adalah kelompok ekstremis yang mengikuti ideologi garis keras Al-Qaidah dan menyimpang dari prinsip-prinsip jihad.[18] Seperti al-Qaeda dan banyak kelompok jihad modern lainnya, ISIS muncul dari ideologi Ikhwanul Muslimin, kelompok Islam pertama di dunia pada tahun 1920-an di Mesir.[19] ISIS mengikuti ekstrim anti-Barat yang menurutnya sebagai penafsiran Islam, mempromosikan kekerasan agama dan menganggap mereka yang tidak setuju dengan tafsirannya sebagai kafir dan murtad. Secara bersamaan, ISIS (sekarang IS) bertujuan untuk mendirikan negara Islam Salafi yang berorientasi di Irak, Suriah dan bagian lain dari Syam.[18]

Ideologi ISIS berasal dari cabang Islam modern yang bertujuan untuk kembali ke masa-masa awal Islam, menolak “inovasi” dalam agama yang mereka percaya telah “korup” dari semangat aslinya. Mereka mengutuk kekhalifahan terakhir dan kekaisaran Utsmaniyah (Ottoman Empire; sekarang Republik Turki) karena menyimpang dari apa yang mereka sebut sebagai Islam murni dan karenanya telah berusaha untuk membangun kekhalifahan sendiri.[20] Namun, ada beberapa komentator Sunni, Zaid Hamid, misalnya, dan bahkan Salafi dan mufti jihad seperti Adnan al-Aroor dan Abu Basir al-Tartusi, yang mengatakan bahwa ISIS dan kelompok teroris yang terkait tidak mempresentasikan Sunni sama sekali, tapi menuduh Khawarij bidah yang melayani agenda kekaisaran anti-Islam.[21][22][23][24]

Salafi seperti ISIS percaya bahwa hanya otoritas yang sah dapat melakukan kepemimpinan jihad, dan bahwa prioritas pertama atas pertempuran di daerah lain, seperti berperang melawan negara-negara non-Muslim, adalah sebagai pemurnian masyarakat Islam. Misalnya, ketika memandang konflik Israel-Palestina, karena ISIS menganggap kelompok Sunni Palestina Hamas sebagai murtad yang tidak memiliki kewenangan yang sah untuk memimpin jihad, mereka anggap melawan Hamas sebagai langkah pertama sebelum menuju konfrontasi dengan Israel.[25]

Sejarah Negara Islam Iraq dan Syam

ISIS sebelumnya adalah bagian dari Al-Qaidah.[26] Dibawah kepemimpinan Abu Bakar al-Baghdadi ISIS sempat menyatakan diri bergabung dengan Front Al Nusra, kelompok yang menyatakan diri sebagai satu-satunya afiliasi Al-Qaidah di Suriah. Namun karena metode ISIS/ISIL dianggap bertentangan dengan Al-Qaidah lantaran telah berbelok dari misi perjuangan nasional dengan menciptakan perang sektarian di Irak dan Suriah, ISIS dianggap tidak lagi sejalan dengan Al-Qaidah.[27] Sebagai balasannya, Front Al-Nusra lalu melancarkan serangan perlawanan terhadap ISIS/ISIL guna merebut kembali kontrol atas Abu Kamal, wilayah timur Suriah yang berbatasan dengan Irak.[28] Namun karena kebrutalan dan ambisi dari ISIS yang tidak segan melakukan penyiksaan bahkan pembunuhan terhadap para penentangnya, ISIS bisa menguasai sebagian besar wilayah Irak. Bahkan dibawah kepemimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi ISIS mendeklarasikan Negara Islam di sepanjang Irak dan Suriah dan juga menyatakan Al-Baghdadi akan menjadi pemimpin bagi umat muslim di seluruh dunia.[29]

Pada 15 Mei 2010 diangkatlah pemimpin baru yaitu Abu Bakar Al-Baghdadi untuk menggantikan Abu Umar Al Baghdadi yang telah meninggal. Seiring dengan Revolusi di Jazirah Arab yang dikenal dengan Musim Semi Arab dalam menumbangkan para diktator seperti yang terjadi di Tunisia, Libya dan Mesir, maka terjadi pula revolusi di Suriah, hanya saja demonstrasi rakyat di Suriah disambut dengan kekerasan dari Tentara Presiden Bashar Assad. Akibatnya Rakyat Suriah melakukan perlawaan dalam kelompok-kelompok bersenjata. Kelompok-kelompok ini dibantu oleh para pejuang dari luar negeri termasuk dari Negara Islam Irak. Dan ketika kelompok-kelompok pejuang rakyat Suriah ini akhirnya mampu membebaskan beberapa kota termasuk wilayah perbatasan dengan Irak maka menyatulah beberapa kota di Irak dan di Suriah dalam kontrol Negara Islam Irak.

ISIS dianggap lebih berbahaya ketimbang Al-Qaidah karena mempunyai ribuan personel pasukan perang, yang siap mendeklarasikan perang terhadap mereka yang dianggap bertentangan atau menentang berdirinya negara Islam.[30] Mereka menjadi kekuatan politik baru yang siap melancarkan serangan yang jauh lebih brutal daripada Al-Qaidah. Gerakan revolusi yang mulanya mempunyai misi mulia untuk menggulingkan rezim otoriter ini berubah menjadi tragedi. ISIS menjadi sebuah kekuatan baru yang siap melancarkan perlawanan sengit terhadap rezim yang berkuasa yang dianggap tidak mampu mengemban misi terbentuknya negara Islam. Ironisnya, mereka mengabsahkan kekerasan untuk menindas kaum minoritas dan menyerang rezim yang tidak sejalan dengan paradigma negara Islam.[31] ISIS menjadi kekuatan politik riil dengan ideologi yang jelas dan wilayah yang diduduki dengan cara-cara kekerasan.

Tujuan

Dari awal sampai pada pembentukan negara Islam murni telah menjadi salah satu tujuan utama dari ISIS.[32] Menurut wartawan Sarah Birke, salah satu “perbedaan yang signifikan” antara Front Al-Nusra dan ISIS adalah bahwa ISIS “cenderung lebih fokus pada membangun pemerintahan sendiri di wilayah yang ditaklukkan”. Sementara kedua kelompok berbagi ambisi untuk membangun sebuah negara Islam, ISIS dengan “jauh lebih kejam … melakukan serangan sektarian dan memaksakan hukum syariah secara segera”.[33] ISIS akhirnya mencapai tujuannya pada tanggal 29 Juni 2014, ketika itu dihapus “Irak dan Levant” dari namanya, dengan mulai menyebut dirinya sebagai Negara Islam, dan menyatakan wilayah okupasi di Irak dan Suriah sebagai kekhalifahan baru.

Pada tanggal 4 Juli 2014, Persatuan Ulama Muslim Se-Dunia (IUMS), yang dipimpin oleh Syaikh Yusuf Qaradhawi, mengeluarkan pernyataan bahwa deklarasi khilafah yang dilakukan ISIS untuk wilayah di Irak dan Suriah tidak sah secara syariah Islam.[34]

Pada pertengahan 2014, kelompok ini merilis sebuah video berjudul “The End of Sykes-Picot” berbahasa Inggris kebangsaan Chili bernama Abu Safiya. Video ini mengumumkan niatan kelompok ini untuk menghilangkan semua perbatasan modern antara negara-negara Islam Timur Tengah, khususnya mengacu pada perbatasan yang ditetapkan oleh Perjanjian Sykes-Picot selama Perang Dunia I.[35][36]

Pusat Manajemen Pelayanan Publik

Negara Islam Irak dan Syam mendirikan satu lembaga pusat khusus yang membawahi berbagai aktivitas Negara terkait pelayanan publik. Departemen itu bernama “Al Idaaroh Al Islaamiyyah lil Khidmati al ‘Aammah” atau yang berarti “Administrasi Islami Untuk Pelayanan Publik”, dengan dikepalai oleh seorang Direktur bernama Abu Jihad asy Syami. Kantor Al Idaaroh Al Islamiyyah menyediakan semua layanan kebutuhan dasar bagi warga dan kebutuhan umum lain seperti air, listrik, tepung (sembako), perawatan fasilitas umum, kebersihan lingkungan jalur komunikasi, sampai transportasi umum.Dalam penyediaan listrik dan saluran komunikasi, Al Idarooh Al Islamiyyah merilis daftar tarif listrik hingga batas maksimal serta tarif internet dengan harga murah.Al Idarooh Al Islamiyyah sudah bekerja di hampir seluruh penjuru negeri, terutama Suriah Utara yang menjadi basis terkuat Negara Islam Irak dan Syam.[butuh rujukan]

Wilayah yang diklaim

Pada tanggal 13 Oktober 2006, kelompok ini mengumumkan pembentukan Negara Islam Irak, yang mengklaim otoritas atas kegubernuran Irak di Baghdad, Anbar, Diyala, Kirkuk, Salah al-Din, Ninawa, dan bagian dari Babil.[37] Setelah 2013 ekspansi kelompok ke Suriah dan pengumuman Negara Islam Irak dan Levant, jumlah wilâyah-provinsi-yang diakui meningkat menjadi 16. Selain tujuh wilâyah Irak, divisi Suriah, sebagian besar berbaring sepanjang batas provinsi yang ada, yaitu Al Barakah, Al Kheir, Al Raqqah, Al Badiya, Halab, Idlib, Hama, Damaskus dan Latakia.[38]

Di Suriah, kursi kekuasaan ISIS berada di Kegubernuran Ar-Raqqah. Pemimpin utama ISIS, termasuk Abu Bakr al-Baghdadi, diketahui telah mengunjungi ibukota provinsi tersebut, Raqqah.[38]

Propaganda dan media sosial

Kelompok ini juga dikenal dengan penggunaan efektif propaganda.[39] Pada bulan November 2006, tak lama setelah pembentukan Negara Islam Irak, kelompok mendirikan Institut Produksi Media al-Furqan, yang memproduksi CD, DVD, poster, pamflet, dan produk propaganda-web terkait.[40] Outlet utama Media ISIS ini adalah I’tisaam Media Foundation,[41] yang dibentuk Maret 2013 dan mendistribusikan melalui Global Islamic Media Front (GIMF).[42] Pada tahun 2014, ISIS mendirikan Al Hayat Media Center, yang menargetkan audiens Barat dan menghasilkan materi dalam bahasa Inggris, Jerman, Rusia dan Perancis.[43][44] Pada tahun 2014 juga meluncurkan Ajnad Media Foundation, yang melantunkan nasyid jihad.[45]

Penggunaan media sosial oleh ISIS telah dijelaskan oleh seorang pakar sebagai “mungkin lebih mutakhir dari [bahwa] sebagian besar perusahaan AS”.[46] Secara teratur mengambil keuntungan dari media sosial, khususnya Twitter, untuk menyebarkan pesan melalui penyelenggaraan kampanye lewat hashtag, mendorong Tweets pada hashtags populer, dan memanfaatkan aplikasi perangkat lunak yang memungkinkan propaganda ISIS untuk didistribusikan ke akun pendukungnya.[47] Komentar lain adalah bahwa “ISIS lebih menekankan pada media sosial daripada kelompok-kelompok jihad lainnya. … Mereka memiliki kehadiran di media sosial yang sangat terkoordinasi.”[48] Meskipun media sosial ISIS di Twitter secara teratur ditutup, mereka sering membuat kembali, mempertahankan kehadirannya di online yang kuat. Kelompok ini telah berusaha untuk merambah ke cabang situs media sosial alternatif, seperti Quitter, Friendica dan Diaspora; Quitter dan Friendica, bagaimanapun, segera menghapus kehadiran ISIS dari situs mereka.[49]

Keuangan

Sebuah studi dari 200 dokumen -surat pribadi, laporan pengeluaran dan daftar nama- diambil dari keanggotaan Al-Qaeda di Irak dan Negara Islam Irak yang dilakukan oleh RAND Corporation pada tahun 2014. Ditemukan bahwa dari tahun 2005 sampai 2010, sumbangan dari luar hanya sebesar 5% dari anggaran operasional kelompok, dengan sisanya dibesarkan di Irak. Dalam periode waktu yang diteliti, pos-pos yang diperlukan untuk mengirim hingga 20% adalah pendapatan hasil dari penculikan, pemerasan dan kegiatan lainnya ke tingkat berikutnya dari pemimpin kelompok itu. Komandan tingkat tertinggi kemudian akan mendistribusikan dana untuk pos-pos provinsi atau lokal yang sedang dalam kesulitan atau membutuhkan uang untuk melakukan serangan. Catatan menunjukkan bahwa Negara Islam Irak tergantung pada uang tunai anggota dari Mosul, yang kepemimpinan digunakan untuk menyediakan dana tambahan untuk berjuang secara militan di Diyala, Salahuddin dan Baghdad. [50]

Pada pertengahan 2014, intelijen Irak mengorek informasi dari operasi ISIS yang mengungkapkan bahwa organisasi memiliki aset senilai US $ 2 miliar,[51] menjadikannya kelompok jihad terkaya di dunia.[52] Sekitar tiga perempat dari jumlah ini dikatakan diwakili oleh aset yang disita setelah kelompok mengambil Mosul pada bulan Juni 2014, termasuk mungkin US $ 429.000.000 dijarah dari bank sentral Mosul, serta jutaan tambahan dan sejumlah besar emas batangan yang dicuri dari bank lain di Mosul.[53][54]

ISIS secara rutin melakukan pemerasan, dengan menuntut uang dari sopir truk dan mengancam akan meledakkan bisnis, misalnya. Merampok bank dan toko emas telah menjadi sumber pendapatan lain.[55] Kelompok ini secara luas dilaporkan telah menerima dana dari pendonor swasta di negara-negara Teluk,[56] baik Iran dan Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki menuduh Arab Saudi dan Qatar telah mendanai ISIS,[57][58][59][60] meskipun tidak dilaporkan ada bukti bahwa hal ini terjadi.[60][61][62][63]

Kelompok ini juga diyakini menerima dana yang cukup besar dari operasinya di Timur Suriah, di mana ia telah mengkomandoi ladang minyak dan terlibat dalam menyelundupkan bahan baku dan artefak arkeologi.[64][65] ISIS juga menghasilkan pendapatan dari produksi minyak mentah dan menjual tenaga listrik di Suriah utara. Beberapa listrik ini kabarnya dijual kembali kepada pemerintah Suriah.[66]

Peralatan

ISIS telah menggunakan rudal Stinger ke udara,[67] M198 howitzer,[68] senjata DShK yang dipasang pada truk, senjata anti-pesawat,[69][70] tembak dorong otomatis dan setidaknya satu rudal Scud.[71]

Ketika ISIS menaklukan Mosul pada bulan Juni 2014, mereka menyita sejumlah helikopter Blackhawk UH-60 dan pesawat kargo yang ditempatkan di sana.[72][73] Namun, menurut Peter Beaumont dari The Guardian, tampaknya tidak mungkin bahwa ISIS akan mampu menempatkan mereka.[74]

ISIS menangkap bahan nuklir dari Mosul University pada Juli 2014. Dalam sebuah surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, duta PBB Irak, Mohamed Ali Alhakim mengatakan bahwa bahan-bahan tersebut telah disimpan di universitas dan “dapat digunakan dalam pembuatan senjata kenacuran massal”. Ahli nuklir menganggap sebagai ancaman signifikan. Juru bicara Badan Tenaga Atom Internasional Gill Tudor mengatakan bahwa bahan-bahan yang disita adalah “kelas rendah dan tidak akan menyajikan keselamatan, keamanan yang signifikan atau resiko proliferasi bagi nuklir”.[75][76]

Segi Positif dan Negatif Politik Luar Negeri bagi Indonesia

BAB I

PENDAHULUAN

1). Latar Belakang Masalah

Tepat pada tahun ini bangsa kita Indonesia genap memasuki umurnya yang ke-63, seiring dengan semakin menuanya bangsa kita ini di impit dengan kemajuan global di dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan politik yang secara tidak langsung menekan bangsa kita ke arah yang lebih maju. Ke arah yang lebih maju yang layaknya di cita-citakan oleh semua bangsa di dunia ini, pencita-citaan ini dapat diperoleh dengan komoditas domestik yang dilanjutkan dengan perjuangan politik luar negeri sebagai komponen lanjutannya.

Namun dengan tidak didukungnya dengan instrumen politik luar negeri yang apik, maka dapat dikatakan bahwa bangsa kita ini jauh tertinggal dari negara tetangga kita seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Apabila kita menelaah ke era sebelumnya tepatnya pada tahun 1970-an, bangsa-bangsa tersebut berguru dan berkiblat kepada negeri kita, dalam tempo yang singkat pula negara-negara tersebut berhasil membangun bangsanya dengan pesat dengan kepentingan politiknya yang diperjuangkan dalam wadah politik internasional.

Mustahil apabila kita menginginkan suatu pencapaian politik luar negeri yang baik demi tercapainya kepentingan nasional kita apabila tak ada dukungan dari berbagai sumber SDM dan Non-SDM. Dari sumber SDM-nya tertutama bangsa kita ini masih banyak memiliki penduduk yang tidak produktif, kreatif, dan edukatif. Dan sangat penting membangun rakyatnya terlebih dahulu, karena yang seperti kita tahu bahwa politik luar negeri itu kelanjutan dari politik dalam negeri itu sendiri.

Perjuangan politik luar negeri demi tercapainya kepentingan nasional sering kali menghadapi masalah-masalah yang bersifat saling berkepentingan dalam prakteknya, seperti apa yang akan kita dapat dan apa yang harus kita korbankan. Hal ini semacam hubungan saling mutualisme atau dapat berpalingan pada hal yang bersifat parasitme. Hal-hal tersebut merupakan sesuatu yang harus disiasati oleh negeri ini terlebih pada aspek-aspek negatifnya agar dapat memajukan bangsa kita ini.

2). Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang sudah diuraikan diatas, maka penulis mencoba untuk mengidentifikasi masalah yang mejadi topik pembahasan dalam penulisan politik luar negeri ini, yaitu :

  1. Apa saja sisi positif dan negatif politik luar negeri bagi Indonesia?

BAB II

PEMBAHASAN

Di dalam literatur hubungan internasional, perbedaan istilah ini memang tidak dikenal (Walter Carlness, 1999). Yang dikenal adalah terminologi foreign policy (kebijakan luar negeri), bukan foreign policy (politik luar negeri). Namun, konvensi penggunaan istilah-istilah ini di Indonesia dapat dipahami sebagai berikut :

Politik luar negeri cenderung dimaknai sebagai sebuah indentitas yang menjadi karakteristik pembeda negara Indonesia dengan negara-negara lain di dunia. Politik luar negeri adalah sebuah posisi pembeda. Politik luar negeri adalah paradigma besar yang dianut sebuah negara tentang cara pandang negara tersebut terhadap dunia. Politik luar negeri adalah wawasan internasional. Oleh karena itu, politik luar negeri cenderung bersifat tetap.

Sementara kebijakan luar negeri adalah strategi implementasi yang diterapkan dengan variasi yang bergantung pada pendekatan, gaya, dan keinginan pemerintahan terpilih. Dalam wilayah ini pilihan-pilihan diambil dengan mempertimbangkan berbagai keterbatasan (finansial dan sumber daya) yang dimiliki. Kebijakan luar negeri, dengan demikian akan bergantung pada politik luar negeri.

Satu permasalah yang cukup pelik dihadapi Indonesia kini adalah krisis politik luar negeri. Harus diakui dengan jujur, saat ini kita hanya memiliki kumpulan kebijakan luar negeri tanpa ada satu politik luar negeri sebagai benang merah yang berarti.

Masalahnya, politik luar negeri Indonesia yang bersifat bebas aktif dibangun pada konteks internasional dan domestik yang kental dengan pertentangan ideologis antara liberalisme dan komunisme. Politik bebas aktif pada konteks itu dapat dimaknai sebagai sebuah retorika penolakan atas keberpihakan dan sekaligus sebagai posisi pembeda yang jelas di dunia internasional yang memiliki katrakteristik bipolar pada saat itu.

Namun, ketika kini dunia internasional mengalami perubahan secara drastus, relevansi kontekstual dari politik luar negeri bebas aktif dipertanyakan. Berbagai keluhan atas tidak jelasnya arah dan konsistensi kebijakan luar negeri Indonesia sesungguhnya dilandasi oleh belum adanya politik luar negeri yang tepat dalam situasi internasional yang sudah berubah secara ekstrem ini. Kebijakan luar negeri yang dihasilkan pula menjadi tumpang tindah jika tidak bersifat sektoral.

Suka atau tidak, yang kita miliki saat ini semata-mata hanya sebuah retorika : bebas memilih apa pun dan aktif berpartipasi dalam perdamaian dunia. Berbagai justifikasi dapat dibangun di septar kalimat ini, tetapi retorika ini sulit untuk dapat memiliki status sebagai posisi pembeda di dunia yang kini sama sekali berbeda. Setiap negara dapat bebas meilih apa yang diigingkannya  sepanjang yang bersangkutan memiliki kekuatan militer relatif yang memadai (Waltz, 1979).

Politik Luar Negeri Indonesia dapat ditemui dalam Pasal 1 ayat 2 Undang-Undang No. 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri yang menjelaskan bahwa Politik Luar Negeri Indonesia adalah :

“Kebijakan, sikap, dan langkah Pemerintahan Republik Indonesia yang diambil dalam melakukan hubungan dengan negara lain, organisasi internasional, dan subyek hukum internasional lainnya dalam rangka menghadapi masalah internasional guna mencapai tujuan nasional”

Politik Luar Negeri atau Kebijakan Luar Negeri tidak terlepas dari berbagai perkembangan keadaan nasional dan internasional, bahkan Politik Luar Negeri merupakan cerminan dari kebijakan dalam negeri yang diambil oleh Pemerintah. Demikian pula dengan Politik Luar Negeri Indonesia yang tidak terlepas dari pengaruh banyak faktor, antara lain posisi geografis Indonesia yang terletak pada posisi silang antara dua benua dan dua samudra, potensi sumber daya alam serta faktor demografi atau penduduk di Indonesia, serta berbagai perkembangan yang terjadi di dunia internasional.

Dengan demikian Kebijakan Luar Negeri Indonesia adalah politik luar negeri bebas aktif. Artinya, Politik Luar Negeri Indonesia yang kita anut bukan menjadikan Indonesia netral terhadap suatu permasalahan melainkan suatu politik luar negeri yang bebas menentukan sikap dan kebijaksanaan terhadap permasalahan internasional serta tidak mengikatkan diri hanya pada satu kekuatan dunia. Aktif berarti kita ikut memberikan sumbangan, baik dalam bentuk pemikiran maupun keikutsertaan kita secara aktif dalam menyelesaikan berbagai konflik, sengketa dan permasalahan dunia lainnya, seperti yang tertera dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu agar terwujudnya ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Aspek negatifnya yang sering dihadapi dalam kebijakan politik tersebut adalah dalam hal berhubungan dengan negara-negara maju saat ini secara terselubung masih menganut blok politik (ketika perang dingin blok barat dengan blok timur). Meski secara gamblang blok tersebut saat ini tidak terlalu ketara, namun secara praktikal mereka masih mengutamakan kepentingan dari kelompok atau bloknya. Blok yang dimaksud adalah bukan kekuatan bipolar seperti yang terjadi seperti pada era perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet, namum blok disini merupakan kelompok atau perjalinan kekuatan antara satu negara dengan negara lain dan juga suatu negara negara suatu kelompok negera, yang dimana tidak hanya dalam kepentingan politik namun juga meliputi aspek pertahanan, ekonomi, sosial, budaya, dan lain-lain. Sedangkan Indonesia yang tidak termasuk dalam kelompok tersebut tidak diutamakan kepentingannya. Tidak termasuknya Indonesia bukan salah satu negara yang kuat di dunia, sehingga tak adanya suatu tekanan yang dapat Indonesia berikan kepada negara lain demi terlaksananya kepentingan nasional.

BAB III

KESIMPULAN

Sisi positif dari Politik Luar Negeri terhadap Indonesia :

  1. Politik Luar Negeri Indonesia yang bersifat “bebas aktif” membuat Indonesia menjaga jarak dengan urusan dalam negeri negara lain, dimana hal ini sesuai dengan Legal Limits Konvensi Wina 1961.
  2. Politik Bebas Aktif merupakan politik yang mengedepankan hubungan persahabatan, yang jauh dari sikap curiga, yang sesuai dengan Article 3 Konvensi Wina.
  3. Dengan Politik Bebas Aktif, Pemerintahan RI akan mempunyai banyak jalur untuk berhubungan dengan negara lain, demi terciptanya perdamaian dunia. Contoh :
  • Terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Dewan Keamanan PBB 2007-2008.
  • Pengiriman Pasukan Garuda ke Libanon.
  • Penyelenggaraan KTT Global Warming di Bali.

Sisi negatif dari Politik Luar Negeri terhadap Indonesia :

Aspek negatifnya yang sering dihadapi dalam kebijakan politik tersebut adalah dalam hal berhubungan dengan negara-negara maju saat ini secara terselubung masih menganut blok politik (ketika perang dingin blok barat dengan blok timur). Meski secara gamblang blok tersebut saat ini tidak terlalu ketara, namun secara praktikal mereka masih mengutamakan kepentingan dari kelompok atau bloknya. Sedangkan Indonesia yang tidak termasuk dalam kelompok tersebut tidak diutamakan kepentingannya.




Landasan dan Sumber Politik Luar Negeri Indonesia

15 12 2009

Landasan Politik Luar Negeri Indonesia

  1. Landasan Idiil

Pancasila sebagai landasan idiil dalam politik luar negeri Indonesia. Mohammad Hatta menyebutnya sebagai salah satu faktor yang membentuk politik luar negeri  Indonesia. Kelima sila yang termuat dalam Pancasila, berisi pedoman dasar bagi pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ideal dan mencakup seluruh sendi kehidupan manusia. Hatta lebih lanjut menyatakan, bahwa Pancasila merupakan salah satu faktor objektif yang berpengaruh atas politik luar negeri Indonesia. Hal ini karena Pancasila sebagai falsafah negera mengikat seluruh bangsa Indonesia, sehingga golongan atau partai politik mana pun yang berkuasa di Indonesia tidak dapat menjalankan suatu politik negara yang menyimpang dari Pancasila.

  1. Landasan Konstitusional

Landasan konstitusional dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia adalah Undang-Undang dasar (UUD) 1945. hal ini berarti, pasal UUD 1945 yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara memberikan garis-garis besar dalam kebijakan luar negeri Indonesia. Dengan demikian, semakin jelas bahwa politik luar negeri Indonesia merupakan salah satu uapaya untuk mencapai kepentingan nasional Indonesia, yang termuat dalam UUD 1945.

  1. Landasan Operasional

Agar prinsip bebas aktif dapat dioperasionalisasikan dalam politik luar negeri Indonesia, maka setiap periode pemerintahan menetapkan landasan operasional politik luar negeri Indonesia yang senantiasa berubah sesuai dengan kepentingan nasional. Landasan operasional politik luar negeri Indonesia dituangkan dalam TAP MPR tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

  1. Landasan Konseptual

Landasan Konseptual mengatur perumusan politik luar negeri Indonesia. Secara konseptual pengertian politik luar negeri Indonesia dapat ditemui di dalam Pasal 1 ayat 2, Undang-Undang No.37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri yang menjelaskan bahwa politik luar negeri Indonesia adalah : “Kebijakan, sikap, dan langkah Pemerintah Republik Indonesia yang diambil dalam melakukan hubungan dengan negara lain, organisasi internasional lainnya dalam rangka menghadapi masalah internasional guna mencapai tujuan nasional”.

Sumber-sumber Politik Luar Negeri Indonesia

  1. Sumber Sistemik

Sumber eksternal dari suatu negara yang terkait dengan struktur hubungan antar negara terdapat pola-pola aliansi yang ada antara negara-negara yang tidak terlepas dari situasi atau sistem-sistem seperti bipolar dan unipolar.

  1. Sumber Masyarakat

Sumber internal yang terkait dengan budaya, sosial masyarakat, struktur pembangunan, ekonomi, nilai-nilai sejarah, atauoun segala unsur-unsur domestik.

  1. Sumber Pemerintah

Sumber internal yang terkait dengan pertanggungjawaban politik.

  1. Sumber Ideo-Sinkratik

Sumber internal yang terkait dengan pengalaman dan kepribadian seorang tokoh  politik karena itu akan mempengaruhi persepsi elit itu sendiri.

Sifat-sifat Politik Luar Negeri Indonesia

1.  Bebas Aktif

Alinea keempat Pembukaan UUD 1945 antara lain mengharuskan Indonesia untuk “….ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial ….”. Ketentuan ini pada hakekatnya memberikan landasan utama sifat bebas aktif politik luar negeri RI untuk ikut memberikan sumbangan dalam rangka mewujudkan ketertiban dunia yang didasarkan atas kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Politik luar negeri bebas aktif yang diabdikan pada kepentingan nasional bukanlah suatu politik yang netral atau “tidak memihak” atau “mengambil jarak seimbang” secara pasif, pula suatu politik yang “acuh” ataupun menjauhkan diri dari perkembangan dan permasalahan dunia. Politik bebas aktif ditujukan untuk menghapuskan segala bentuk kolonialisme dan ekspansionisme serta merupakan upaya menghindarkan segala bentuk intervensi karena intervensi dapat membahayakan kedaulatan nasional, kemerdekaan dan keutuhan wilayah suatu negara dan menimbulkan ketegangan dunia.

Pengertian bebas aktif mempunyai makna bahwa Indonesia dalam menentukan dan menjalankan politik luar negerinya bersikap mandiri. Kemandirian tersebut merupakan manifestasi perjuangan menjunjung tinggi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa dan negara, sementara kebebasan dan keaktifan politik luar negeri harus selalu dilandasi oleh jiwa ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

  1. Anti Kolonialisme

Sejak di proklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 Negara Indonesia menentang secara tegas adanya penjajahan di atas bumi. Alinea Pertama Pembukaan UUD 1945 telah menyatakan bahwa sifat politik luar negeri bebas-aktif, sehingga hal ini dapat diartikan bahwa Indonesia berkewajiban untuk :

  • Menghapuskan penjajahan baik di negerinya sendiri maupun yang ada di bagian dunia lainnya;
  • Memperjuangkan perdamaian dunia;
  • Memperjuangkan terwujudnya Tata Dunia Baru yang lebih adil, damai dan sejahtera.
  1. Mengabdi kepada kepentingan nasional

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri, khususnya Pasal 3 yang menyatakan bahwa ”Politik Luar Negeri menganut prinsip bebas aktif yang diabadikan untuk kepentingan nasional”, maka dalam hal ini pelaksanaan Politik Luar Negeri difokuskan pada pencapaian prioritas pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMN 2004-2009.

  1. Demokratis

Sifat demokratis ini dianut dalam pelaksanaan politik luar negeri RI, seperti tercermin dari pasal 11, UUD 1945 dalam Pasal 13 yaitu : bahwa semua perjanjian yang penting, termasuk konvensi-konvensi internasional yang dilakukan oleh Indonesia dengan suatu negara atau negara-negara lain haruslah mendapat persetujuan dari wakil-wakil rakyat melalui DPR.

Sifat demokratis tersebut juga terlihat dari pengangkatan dan penerimaan duta dari negara sahabat memerlukan pertimbangan Dewan Perwakilan

referensi : https://felixsharieff.wordpress.com/tag/politik-luar-negeri-indonesia/

Kewarganegaraan Ganda (Affidavit)

GAMBARAN UMUM
Anak Berkewarganegaraan Ganda adalah anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf c, huruf d, huruf h, dan huruf l serta dalam Pasal 5 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Anak dalam kategori berkewarganegaraan ganda ini diberikan ruang hukum atau kesempatan untuk memiliki 2 (dua) kewarganegaraan secara bersamaan secara terbatas, yaitu hingga usia 18 (delapan belas) tahun atau sebelum itu namun sudah kawin.

Pembatasan ini diatur dalam Pasal 6 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 yang mengamanatkan Anak Berkewarganegaraan Ganda setelah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin untuk “harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraannya”. Batas waktu yang diberikan untuk menyampaikan pernyataan untuk memilih kewarganegaraan tersebut adalah untuk disampaikan dalam waktu paling lambat 3 (tiga) tahun setelah anak berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin. Hal ini merupakan implementasi atas penerapan Asas kewarganegaraan ganda (bipatride) sebagai pengecualian dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006, yang bersifat  terbatas.

KEWAJIBAN PENDAFTARAN ANAK BERKEWARGANEGARAAN GANDA

Terhadap Anak Berkewarganegaraan Ganda berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 22 Tahun 2012 wajib untuk didaftarkan oleh orang tua atau walinya, baik di:
a.    wilayah Indonesia; atau
b.    luar wilayah Indonesia.

1.    PENDAFTARAN ANAK BERKEWARGANEGARAAN GANDA DI WILAYAH INDONESIA
a.    mengisi formulir yang diajukan:
1)    kepada Kepala Kantor Imigrasi yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal Anak
Berkewarganegaraan Ganda bersangkutan; dan
2)    secara tertulis dalam Bahasa Indonesia dengan memuat paling sedikit;
a)    nama lengkap Anak Berkewarganegaraan Ganda;
b)    tempat/tanggal lahir;
c)    jenis kelamin;
d)    alamat
e)    nama orang tua;
f)     kewarganegaraan orang tua; dan
g)    status perkawinan orang tua
b.    melampirkan dokumen asli dan fotokopi:
1)    akta kelahiran anak;
2)    akta perkawinan, buku nikah, atau akta perceraian orang tua;
3)    paspor kebangsaan asing anak bagi yang memiliki;
4)    paspor kebangsaan asing ayah atau ibu bagi anak yang tidak
5)    memiliki paspor kebangsaaan asing; dan
6)    pasfoto Anak Berkewarganegaraan Ganda terbaru berwarna dan berukuran 4 x 6 cm
(empat kali enam centi meter) sebanyak 4 (empat) lembar.

2.    PENDAFTARAN ANAK BERKEWARGANEGARAAN GANDA DI LUAR WILAYAH INDONESIA
a.    mengisi formulir yang diajukan:
1)    kepada Kepala Perwakilan Republik Indonesia atau Pejabat imigrasi yang ditunjuk oleh Menteri
Hukum dan HAM yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal Anak Berkewarganegaraan
Ganda bersangkutan; dan
2)    secara tertulis dalam Bahasa Indonesia dengan memuat paling sedikit;
a)    nama lengkap Anak Berkewarganegaraan Ganda;
b)    tempat/tanggal lahir;
c)    jenis kelamin;
d)    alamat
e)    nama orang tua;
f)    kewarganegaraan orang tua; dan
g)    status perkawinan orang tua
b.    melampirkan dokumen asli dan fotokopi:
1)    akta kelahiran anak;
2)    akta perkawinan, buku nikah, atau akta perceraian orang tua;
3)    paspor kebangsaan asing anak bagi yang memiliki;
4)    paspor kebangsaan asing ayah atau ibu bagi anak yang tidak
5)    memiliki paspor kebangsaaan asing; dan
6)    pasfoto Anak Berkewarganegaraan Ganda terbaru berwarna dan berukuran 4 x 6 cm
(empat kali enam centi meter) sebanyak 4 (empat) lembar.

FASILITAS KEIMIGRASIAN BAGI ANAK BERKEWARGANEGARAAN GANDA

Fasilitas Keimigrasian adalah kartu yang diberikan kepada anak subjek berkewarganegaraaan ganda pemegang paspor kebangsaan asing yang diberikan secara affidavit. Setiap Anak Berkewarganegaraan Ganda yang memiliki Paspor kebangsaan asing dapat diberikan Fasilitas Keimigrasian. Prinsipnya adalah Fasilitas Keimigrasian bagi Anak Berkewarganegaraan Ganda diberikan berdasarkan permohonan

Fasilitas Keimigrasian Anak Berkewarganegaraan Ganda dimaksud berupa:

  1. pembebasan dari kewajiban memiliki visa;
  2. pembebasan dari kewajiban memiliki Izin Tinggal dan Izin Masuk Kembali; dan
  3. pemberian Tanda Masuk atau Tanda Keluar yang diperlakukan  sebagaimana layaknya warga negara Indonesia.

HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI TERKAIT FASILITAS KEIMIGRASIAN ANAK BERKEWARGANEGARAAN GANDA

  1. Anak Berkewarganegaraan Ganda yang memperoleh Fasilitas Keimigrasian harus menggunakan paspor yang sama pada saat masuk dan keluar wilayah Indonesia.
  2. Dalam hal Anak Berkewarganegaraan Ganda masuk dan keluar  wilayah Indonesia menggunakan paspor kebangsaan asing, pejabat imigrasi selain memberikan Tanda Masuk atau Tanda Keluar juga akan membubuhkan cap keimigrasian sebagai Anak Berkewarganegaraan Ganda pada kartu embarkasi atau debarkasi.
  3. Anak Berkewarganegaraan Ganda yang belum menentukan pililhan kewarganegaraan dan belum berusia 21 (dua puluh satu) tahun dapat diberikan Paspor Biasa, yang masa berlakunya sampai Anak Berkewarganegaraan Ganda tersebut berusia 21 (dua puluh satu) tahun.

referensi : http://pemalang.imigrasi.go.id/index.php/pelayanan-publik/wna/kewarganegaraan-ganda-affidavit