Tantangan dan Peluang dalam menghadapi MEA 2015

Dalam rangka melaksanakan fungsi diseminasi informasi perihal pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN 2015, Dirjen Kerja Sama ASEAN, Kemlu RI menyelenggarakan Sosialisasi bertema “Menuju Komunitas Ekonomi ASEAN 2015: Peluang dan Tantangan Bagi Pelaku Usaha Kalimantan Barat” kepada pelaku usaha dan pemerintah daerah Kalimantan Barat, serta Kuliah Umum “Menuju Komunitas Ekonomi ASEAN 2015” kepada mahasiswa/i perguruan tinggi di wilayah Pontianak, Kalimantan Barat (12-13/02)

Sosialisasi yang dihadiri oleh sekitar 150 peserta tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pemprov Kalimantan Barat, Bapak Ignasius IK mewakili Gubernur Kalimantan Barat, Bapak Drs. Cornelis SH., dan menghadirkan Keynote Speaker Duta Besar Suprapto Martosetomo (Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Kelembagaan)  mewakili Pimpinan Kementerian Luar Negeri.

Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber di antaranya I Wayan Dipta (Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK, Kementerian Koperasi & UKM), Tri Harsono (Ketua Komite Tetap UKM, Bidang Pembangunan Kawasan Perbatasan KADIN, Memet Agustiar (Pengamat Ekonomi dari Universitas Tanjungpura), dan Ignasius IK(Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pemprov Kalimantan Barat).

Duta Besar Suprapto Martosetomo dalam sambutanya menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara dengan pasar terbesar, terluas serta memiliki keunggulan komparatif sumber daya alam, memiliki tantangan sekaligus peluang yang cukup besar dalam Komunitas Ekonomi ASEAN (KEA).

KEA akan menciptakan kemakmuran bersama, dengan merealisasikan integrasi ekonomi yang berlandaskan pada prinsip-prinsip ekonomi yang terbuka, inklusif, ekonomi pasar dan outward looking.

Dalam kaitan ini, ASEAN juga memberi perhatian penting kepada pengembangan usaha kecil dan menengah baik dari aspek permodalan, teknologi, dan akses pasar. Hal ini dikarenakan ekonomi negara-negara ASEAN mayoritas disokong oleh sektor UKM.

Para narasumber dalam kegiatan sosialisasi tersebut menyampaikan pentingnya bagi Kalimantan Barat untuk dapat memiliki pandangan yang optimis dalam melihat tantangan dan peluang yang ada dari Komunitas Ekonomi ASEAN 2015.

Bapak I Wayan Dipta, Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKM menyampaikan apabila Indonesia tidak mendorong daya saing dan nilai tambah atas barang/produk yang diproduksi, maka Indonesia dapat kehilangan perannya di kawasan dan menjadi objek kemajuan pembangunan di kawasan tanpa memperoleh keutungan yang maksimal.

Oleh karena itu, program kebijakan penguatan daya saing telah mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, antara lain penguatan UKM nasional. Hal tersebut penting untuk memfasilitasi UKM nasional yang berdaya saing tinggi, inovatif, dan kreatif, serta mampu melakukan perluasan pasar dari Komunitas Ekonomi ASEAN.

Dalam Kuliah Umum di Universitas Tanjungpura, narasumber yang terdiri dari Dosen dan Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura, Bapak Memet Agustiar dan Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN, Bapak Iwan Suyudhie Amri memberikan pemaparan mengenai Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 yang akan terbentuk dalam 2 tahun mendatang.

Para narasumber menyampaikan bahwa perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam mendukung kesiapan masyarakat Kalimantan Barat menuju KEA 2015, antara lain dengan menginformasikan mengenai Komunitas ASEAN kepada msayarakat Kalbar.

Kuliah umum yang dihadiri sekitar 100 mahasiswa/i dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Pontianak tersebut, memperoleh sambutan yang positif dari para peserta yang antusias untuk lebih mendalami mengenai peluang dan tantangan dari pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN 2015.

Lebih lanjut, untuk memperkenalkan kepada mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) mengenai kerja sama ASEAN, telah dilakukan juga Simulasi Sidang ASEAN yang diikuti oleh para mahasiswa dari berbagai Fakultas di Untan.

Selain itu tim Ditjen KSA juga berkesampatan untuk berkunjung ke kantor media lokal yaitu Pontianak Post untuk membahas pentingnya peran media dalam mendukung upaya Pemerintah meningkatkan kesadaran dan menyiapkan masyarakat menghadapi KEA 2015.

Media massa di Kalbar diharapkan dapat memberikan pemberitaan secara berimbang antara tantangan dan peluang KEA 2015, agar masyarakat dapat melakukan persiapan menuju terebentuknya Komunitas Ekonomi ASEAN 2015.

Advertisements